Cerita Kehamilanku di Trimester Kedua : Bulan Ke-Empat

8 September 2013
Hari itu tepat 4 bulan usia kehamilanku. Berarti sudah memasuki trimester kedua. Kata orang, trimester kedua adalah bulannya Honeymoon kehamilan. Yaitu puncak kenikmatan kehamilan. Trimester kedua itu menurut teori, saatnya mulai makan enak, enak tidur, enak beraktivitas, pokoknya enak segala-galanya. Tapiiii…benarkah saya mengalami seperti yang teori katakan? Yukkss simak cerita sayaaa yaaahh ^^
Perasaan saya bulan ini

Hmm… kalau ditanya gimana perasaan saya, pastinya lagi merasakan honeymoon kehamilan yah.Di bulan ke 4 ini, saya mulai kembali membuka-buka kembali buku panduan kehamilan yang saya miliki. Mual-mual yang saya rasakan sudah berangsur-angsur mengilang bak ditelan bumi. Tepatnya seminggu setelah saya control dokter minggu ke-15. Wahhh, ternyata bener yaaa..apa yang diinfokan di teori, bahwa mual-mual akan hilang dengan sendirinya saat memasuki trimester kedua. Saya pikir, saya akan terus mengalami mual-mual hebat sampai bulan ke-9 🙂 Saat kehamilan saya sebelumnya, juga sama seperti sekarang, yaitu saya sudah tidak lagi merasakan mual dan eneg di bulan ke-4 ini. Alhamdulillah 🙂
Advertisements

Cerita Kehamilanku : Control 15 weeks 3 days

Hari ini waktunya saya control dokter untuk kehamilan saya yang memasuki bulan ke 4. Excited rasanya. 
 
Hari itu tepat hari Rabu, 4 September 2013.
Seperti biasa, saya booked nomor dokter dari pagi hari. Maklum, dokter obgyn saya termasuk dokter yang favorit. Kudu di booked dari jauh-jauh hari. Kalau mau dapat nomor di hari yang sama bisa booked by phone atau datang langsung. Yang booked by phone mendapat nomor ganjil. Sedangkan yang booked datang langsung, mendapat nomor genap. Susternya menyarankan, jika ingin mendapat nomor awal, datanglah pagi-pagi sekali sekitar jam 7an. Nah, karena saya ingin mendapat nomor pertama, alias genap, jadi saya putuskan untuk datang langsung saja.
Gubraakk… suami saya bangunnya kesiangaan…(eaaa perkara baru dehh…). Urusan ambil nomor antrian saya serahkan kepada suami saya. maklum, karena jarak dari rumah saya (Jatiasih) ke Rumah Sakit Mitra Bekasi Barat lumayan jauh. Jarak tempuh 30 menit, jadi saya putuskan untuk suami saya saja yang mengambil nomor antrian, lalu pulang lagi. Karena biasanya dipanggilnya sekitar pukul 10 keatas.
Suami saya baru datang pukul 08.30 tiba disana, dapat nomor antrian 22 dehhh hikss 😦 Bisa-bisa dipanggilnya sekitar jam 12 keatas deh…