My Pregnancy in 37 weeks

Memasuki minggu ke-37 adalah hal yang deg-degan buatku. Karena semakin mendekati HPL nya dan ruang gerakku semakin terbatas.

Di minggu 37 ini yang aku rasakan, semakin seringnya kontraksi palsu. Awalnya aku tidak menyadari bahwa itu kontraksi palsu (brixton hiks). Aku tau itu hanya kontraksi palsu, dari tanda-tandanya, aku sekarang jadi sering mules.

Aku sering ke kamar mandi, nongkrong di WC, tapi kok gak pup-pup juga ya? (pikirku). Lalu pantatku juga pegel banget. Tapi ini tidak berlangsung lama. Yah kira-kira hanya sekitar 2 menitan, lalu menghilang. Menghilang entah karena aku istirahatkan badanku dari aktivitas (misalnya dari berjalan jadi duduk, atau dari duduk jadi berbaring dan miring ke kiri kalau lagi di rumah, dan sebagainya), atau aku relaks-kan badanku (pindah ke posisi nyaman). Lalu beberapa jam kemudian timbul kembali. Begitu seterusnya. Intervalnya sebentar-sebentar aja. Gak disertai dengan keluarnya cairan. Hanya kencang aja perutnya.

Awalnya kukira yang namanya kontraksi palsu itu sama sakitnya kayak kontraksi beneran. Perut kenceng banget kayak papan, terus miss V sakitnya minta ampun. Tapi nyatanya rasanya pantat cuma berasa pegel kayak orang wasir, terus perutnya kenceng tapi gak sekenceng kontraksi beneran. Dan kupikir juga itu akibat babynya nendang-nendang aja ahh, biasa pikirku. Makanya aku bawa aktivitas. Ealaaahh gak taunya itu kontraksi palsu toh ๐Ÿ™‚ karena baru aja minggu lalu aku tanya ke suamiku, rasanya kontraksi palsu itu kayak gimana sih? Suamiku dengan langsung menjawab, “Yaelaah miiiii…aku kan gak pernah hamil, kamu nanya ke aku lagi..” hahaaa…how stupid I am daah..ย 

Lalu kutanya lagi, “kalo kenceng-kenceng gitu perutnya plus pantatku kenceng banget kayak mau pup, tapi pas ke WC gak mau pup, itu kontraksi palsu bukan?” Lalu suamiku menjawab,”Iyaaaaa … itu kontraksi palsuuu beneraan.”ย 

Naah .. disitu aku tahu bahwa aku sudah merasakan kontraksi palsu.

Tendangan si baby juga makin keraaas! Dan membuatku semakin sulit tidur. Tapi kalau kata orang, sejak di dalam kandungan harus dilatih disiplin waktu, tidur pada saat jam tidur dan makan di saat jam makan. Supaya nantinya saat si babynya sudah lahir, dia jadi terbiasa dengan jam-jam rutinitas yang kita terapkan. Tapi, aku jadi susah tidur. Selain sorenya aku sudah cukup tidur plus tendangan-tendangannya cukup membuat aku terbangun-bangun ๐Ÿ™‚

Di minggu ke-37 ini merupakan minggu yang berat buatku. Karena apa? Karena aku harus banyak jalan supaya cepat pembukaan jalan lahirnya, sementara, cuaca bener-bener gak mendukung, hujan terus seharian, bikin banjir jalanan akses menuju keluar komplek ๐Ÿ˜ฆ akibatnya aku hanya berlatih yoga aja di rumah ๐Ÿ˜ฆ pasalnya sudah 3x aku absen senam hamil ๐Ÿ˜ฆ

Cuaca buruk ini bukan hanya berdampak kepada kegiatan jalan-jalanku. Tapi juga cucianku jadi gak kering hikss.. sementara aku harus mencuci pakaian baby semuanya. Dengan mengakali waktu, alhamdulillah bisa kucicil. ย Berkejar-kejaran juga dengan baju yang biasa. Huuhh.. jadi banyak ajah tuh jemuran >.<

Selain itu, karena ruang gerakku terbatas, aku jadi semakin susah beraktivtas seperti biasa. Aku butuh asisten rumah tangga. Sudah sebulan lamanya aku belum-belum juga dapet. Sebel juga, semua terpaksa kukerjakan sendiri, dengan bantuan sang suami.

Kita berbagi pekerjaan. Untuk urusan memasak, banyak orang yang menyarankan untuk “Beli mateng aja” atau “catering ajalah! Kan gak repot!”. Iyaaa, emang bener banget, jadi gak repot. Tapi untuk budgetnya aku harus mengeluarkan 2x lipat. You knowlah di masa-masa trimester akhir seperti ini nafsu makanku jadi meningkat dan sering. Kebayang dong, harus berapa biaya yang kukeluarkan untuk beli makanan terus menerus? ย Dan juga belum tentu gizi yang aku inginkan terpenuhi. Karena biasanya untuk 1 hari menuku itu harus ada : karbobidrat + proteni ย + sayur + buah. Itu komposisi wajib setiap hari. (Ehh…wait..wait… interupsi sebentar… ini lagi kontraksi palsu. Heheee..)

Thanks to my husband, sudah mau berbagi pekerjaan rumah tangga, sampai-sampai mengorbankan paruh waktunya di kantor.ย 

Untuk urusan mencuci baju, serahkan kepada mesin cuci. Tapi menggosok baju aku serahkan kepada sang laundry ๐Ÿ™‚ tapi akhir-akhir ini aku jadi terpaksa pegang sendiri juga, karena aku takut kejadian banjir lagi seperti minggu lalu, yang sampai banjir 2 hari, aku jadi gak bisa akses keluar rumah, repot juga kan? Yah terpaksa masak dan menggosok ini yaa aku kerjakan sendiri juga. Curhat ala emak-emak ๐Ÿ˜€

Oya, karena baru minggu lalu baru bisa terbeli baju babynya, akhirnya baru di minggu ke-37 inilah aku baru bisa mencuci baju babynya. Sampai ditanya tetangga, “Wahhh.. sudah lahiran yaa..?”ย Gubrakk… ya belumlaaah. Masa baju-baju yang baru dibeli gak pake dicuci dulu sih? ๐Ÿ™‚ (dalam hatiku)

Oya, di minggu ke-37 ini juga aku rasakan sudah mulai agak sembelit. Padahal aku berusaha makan buah lho setiap hari ๐Ÿ˜ฆ walaupun sembelit, saat pup, aku tidak pernah ‘mengejan’. Alami aja. Karena bahaya. Solusinya, untuk mengakali supaya aku gak susah pup, aku mengkonsumsi buah atau jus dan sayur 2x lipat dari biasanya. Karena sembelit di saat hamil itu sueerr dehh..rasanya gak enak bangeet.

Minggu depan sudah memasuki minggu ke-38. Berarti semakin mendekati HPL.

Tunggu ceritaku di minggu ke-38 ya! ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.