Senam Hamil di Minggu ke-38

Kata orang, senam hamil gak ada gunanya. Tapi bagiku tuh berguna banget malahan! Aku jadi ketagihan dateng ke senam hamil karena senam hamil itu berguna banget buat melemaskan otot-otot yang kaku, bersosialisasi dengan sesama bumil, trus juga pesan juga pengalaman dari si ibu bidan kadang suka itu yang terpenting, yang kadang gak kita dapatkan saat berkunjung ke dokter obgyn kita. Kita juga bisa bertanya sesuka hati kita, untuk sesuatu yang kita belum tau.

Sebenarnya hari ini aku galau. Karena ada 2 acara kehamilan yang kudu aku ikuti *maruk*. Yang pertama yaitu Kelas Edukasi AIMI di bekasi juga. Kebetulan lokasinya gak jauh, di Pondok Pekayon Indah. Materinya lumayan penting, yaitu kelas postnatal pasca bersalin. Yaitu cara memerah dan menyimpan ASI. Jam 08.30 – 13.00.

Lalu acara yang kedua yaitu senam hamil. Jam 10.00 – 12.00. Naah tuh kaan, jamnya bersamaan. Bikin galau aja :))

Akhirnya, karena nyari alamatnya aja ribet, susah di pondok pekayon ini, masuk-masuk gang, jalanannya banyak lobang dimana-mana *nyebelin and sangat gag nyaman buat bumil*, plus perut lagi pas mulezzz terus karena kontraksi, parkirannya juga kagak ade, walopun rumah yang ketempatan acara ini gede banget, tapi aku males aja gitu dateng. Plus juga akunya telat. Acara jam 08.30, aku baru sadar pas bangun jam 07.30 pas makan pagi. Ohmaigaat! Ada acara AIMI dan gue belom daftaaaar!!! Udah gitu bayarnya mahaaaal amaaatan yak?? Dulu prasaan cuma 150ribuan berdua. Sekarang jadi 220ribu berdua. Masalahnya kan ini di rumahan yah. Trus bayar mahal gitu buat apaaan?? So, akhirnya aku putbal *putar balik* menuju ke rumah sakit sajaaa, lanjut senam hamil laah pikirku.

Okey, materi senam hamil kali ini masih sama seperti senam-senam sebelumnya. Cuma di senam kali ini aku ngerasa susah and berat aja materinya untuk aku ikuti. Masalahnya aku sudah masuk 38 minggu. Jadi untuk gerakan-gerakan tertentu di mengejan, nungging itu agak susaah menurutku.

Tapi senam hamil kali ini pengetahuanku tentang kehamilan bertambah lagi.

1. Perbanyak zat besi.

Yesss bidan mengatakan, “Bumil itu kudu perbanyak makan makanan yang mengandung tinggi zat besinya. Contohnya sayuran hijau dan hati. Hati bagus banget untuk janin. Untuk pembentukan sel darah merah.”

Bidan menyarankan untuk mengkonsumsi hati minimal 2 hari sekali. Aku pikir konsumsi hati minimal 1 minggu sekali, ternyata anggapan aku salah ๐Ÿ™‚ย 

2. Perbanyak protein

Protein itu berguna untuk pertumbuhan. Jadi sangat baik untuk janin. Protein bisa didapatkan di telur, ikan, susu, tempe dan tahu

3. Porsi makan untuk 2 orang

Yessss… bidan berpesan bumil itu kalo makan gak boleh hemat-hemat atau irit-irit hihi.. karena makan untuk 2 orang. “Kalau makan jangan sepotong ya. Daging sepotong, atau tempe 1 potong. Makan itu minimal 2 potong. Biar ibunya dapet gizi, babynya juga dapet gizi. Jadi adil. Kalo sepotong, tar rebutan gizinya dong?” :))

4. Pemijatan bayi

Kalau nanti tali pusatnya sudah puput, mungkin sekitar 2 mingguan, bayi itu harus dipijit. Bu bidan menyarankan, “kalo nanti punya bayi, gak usah ke tukang-tukang dukun atau ke tukang pijat bayi. Ibu-ibu cukup datang ke Mitra lalu ada pelatihan pemijatan bayi kok. Ada setiap hari. Bayarnya sama seperti senam hamil 20ribu rupiah.

Jadi kalo jaman dulu kan yang mijat bayi bisa ke tukang dukun, atau orangtuanya. Tapi jaman sekarang ya harus ibunya ya yang bisa mijit. Supaya ada bonding (ikatan batin) antara ibu dan bayinya. Masa punya bayi yang mijit oranglain?” Begitu katanya.

Eh tapi bener juga ya dipikir-pikir. Masa kita mijit bayi aja gak bisa. Padahal itu bayi kita sendiri ๐Ÿ™‚

Selain bayi yang dipijit, sebagai ibu yang baru melahirkan juga butuh dipijit. Supaya melemaskan otot-otot yang tegang setelah melahirkan. ย Ya tentunya setelah masa nifas selesai.

5. Pemberian ASI

Bu bidan mengingatkan bahwa setelah bayinya lahir, jangan lupa untuk disusui. Berikan ASI jangan sufor. (Padahal di mitra itu gencar banget loh pesan sponsornyahh hehee….). Dan alhamdulillah RS Mitra pro ASI dan pro room in. Selain hemat juga bayinya juga gak gampang sakit nantinya. Ya pastinya dong, aku pengen banget bisa pemberian full ASIX. Sukur-sukur alhamdulillah kalau sampai 2 tahun ๐Ÿ™‚

Ohya, selain itu bidan juga menyarankan, kalo mau memberi ASI, ibunya juga harus makan makanan yang bergizi. Jangan asal kenyang aja. Karena akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas daripada ASI yang ibu berikan kepada sang bayi.

Orang terkadang salah kaprah, katanya kalo sehabis melahirkan, orangtua jaman dulu bilang kalo kita gak boleh makan makanan yang mengandung protein. Karena nanti lukanya basah terus,gak kering-kering.

Ehhh ternyata itu salah lho. Cuma mitos. Justru kalau kita gak makan protein sama sekali, proses penyembuhan luka sehabis melahirkan akan berlangsung lamaaaa. Bisa-bisa malah ‘bleeding’ alias pendarahan terus. Kalau ibunya cukup protein, lukanya akan cepat kering. Karena salah satu fungsi daripada protein yaitu mempercepat penyembuhan luka.

Lalu, adalagi loh mitos bun. Yang katanya orangtua jaman dulu bilang, kalo kita makan makanan yang mengandung protein, ASI kita amis! Heyaaa….ternyata itu mitos lagi! Mana ada hubungannya antara makan ikan sama ASInya amis? Bu bidan sampai ketawa :))

6. Perawatan si Miss-V

Bu bidan menyarankan, nanti setelah melahirkan, vagina kita harus benar-benar dirawat. Harus selalu kering, sering ganti pembalut. Sehari minimal 3x. Supaya bakteri gak betah di dalem ๐Ÿ™‚

“Nanti juga kalau punya anak gadis juga itu ya bu. Vaginanya harus dirawat. Ajarkan sejak kecil”

Pesan-pesan ibu bidan selama kurang lebih 30 menit itu cukup menambah pengetahuanku.

Sebelum pulang, aku sempat bertanya kepada bidan, perbedaan antara sakit mules mau pup and kontraksi palsu. Karena yang aku rasakan kayak gitu *rancu* rasanya.

Bu bidan bilang, “kalo perutnya kenceng-kenceng, ibu pegang aja 2 jari diatas puser itu kalo kenceng banget sampai ke area pantat, lalu rasanya menghilang, itu tandanya kontraksi palsu. Tapi kalo kontraksinya gak hilang-hilang, trus mulesnya bertambah, nah itu namanya kontraksi beneran. Nanti akan ada intervalnya, 3 atau 5 menit sekali. Udah teratur. Semuanya sama rasanya. Mulesss and pengen pup.”

Yang terakhir, “kalo ibu mau cepet ya dibawa hubungan aja sama suami. Trus keluarin spermanya di dalem. Pasti cepet deh. Tapi ingat ya bu, harus cukup bulannya, minggu ke-37 minimalnya.”ย Dan kebetulan aku juga sudah cukup bulan sih memasuki minggu ke-39.

Setelah keluar ruangan, aku bilang ke suamiku, bahwa berhubungan badan bisa mempercepat kontraksi. Yaa suamiku bilang sih gak apa-apa aja. Asalkan dari sisi kita udah siap semuanya. Baik dari perlengkapan, uangnya, udah persiapan cuti, kamar bayi dsb.

Hoo….iyaaa.ย Dulu waktu awal-awal memasuki trimester ke-3, aku pernah tanya ke dokter obgynku, apakah boleh ibu hamil ย itu berhubungan badan. Dokter menjawab, iya tidak apa-apa. Asalkan jangan buang spermanya di dalem, bisa memicu kontraksi. Kasian nanti kalo kontraksi sebelum waktunya. Organ-organ si bayi belum matang. Jadi sebaiknya buang diluar. Dan gak ada hubungannya sperma buang di dalem sama kena kepala bayi. Aku diketawain sama dokter bahwa kemarin itu aku ketakutan, spermanya mengenai si kepala babynya :)) kata dokter, “Yaaa..gak usah khawatir ibu. Letak si bayi dengan masuknya sperma ya jauh bu. Lagipula kan si bayi ada cairan ketuban yang melindungi si bayinya. Jadi ya gak akan mengenai si bayi” ๐Ÿ™‚

Heheee… aku udah khawatir ajaaa.. itu ๐Ÿ™‚

Setelah acara senam hamil selesai, kami langsung pulang dan merencanakan kapan kami akan berhubungan. Jika segala sesuatunya memang benar-benar sudah ready ๐Ÿ™‚

Saat absen sebelum pulang, seperti biasa tester susu pesan sponsor telah disediakan untuk para bumil disitu. Seperti biasa juga aku gak minum. Hehe karena gak doyan ^_^

Baby, mommy and daddy udah gak sabar ingin menimang kamuuuu :*

Advertisements

One thought on “Senam Hamil di Minggu ke-38

  1. ow gitu ya mak kalo abis senam hamil, ada sponsornya gitu.
    makasih ya ajakan senam hamilnya kemaren.

    btw, AIMI itu aku kira gratisan atau palingan maximal 50rb, ternyata lumayan yaaaaa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.