Jelang Kelahiran si Buah Hati

24 Februari 2014

Hari itu adalah hari due date kelahiran buah hatiku.

Malam ini rasanya gak karu-karuan. Panik menerjang, stress, sampai-sampai rasa kantukpun gak ada saking stressnya :))

Gak biasa-biasanya juga suamiku yang terlihat tenang dan sabar, justru malam ini seakan menjadi nampak orang linglung sedunia. Bayangkan, entah berapa kali pertanyaan yang kulontarkan tapi gak satupun ada yang focus. Bahkan tadi saat perjalanan kutawarkan apakah dia lapar atau gak. Kalau lapar lebih baik kita beli cemilan saja dulu. Tapi dia menolak karena tidak lapar sama sekali. Alhasil sampai rumah, 15 menit kemudian dia bertanya, “Apa ada makanan di rumah? Jadi pengen ngemil” gubraakk!! Perasaan tadi gw nanya dehh..

Malam ini gak jelas ada apa dengan  suamiku. Biasanya dia anteng aja gitu depan laptop, browsing and baca komik. Tapi malam ini nampak gelisah. Aku yakin ini faktor bawaan dari aku, sang istrinya yang besok akan menghadapi, menjalani proses induksi.

Bukan suamiku aja, tapi ini juga berimbas kepada babyku. Sejak sore, bahkan sejak tadi pagi kuajaknya berkomunikasi, kukatakan bahwa besok adalah hari duedatenya. Bantu mommy supaya bisa melahirkan normal, ibu dan bayinya juga sehat wal’afiat. Kata-kata itu yang selalu ku kumandangkan. Dia balas dengan sentuhan tendangannya.

Bukan itu saja, mungkin babyku merasakan rasa gelisahku yang sangat amat berlebihan. Sedari sore tadi, gerakannya gak karu-karuan. Sepertinya dia ikut merasakan kepanikan mommynya ini. Baru pada saat kuucapkan kalimat-kalimat untuk menenangkannya sambil mengelusnya, alhamdulillah dia bisa tenang 🙂

Yahh maklum. Aku memang sudah pernah merasakan sakit atau nikmatnya diinduksi saat kehamilan anak pertama. Bahkan dengan dosis 2x lipat rasa sakitnya. Hanya butuh waktu 10 jam dari pembukaan I sampai dengan ke-10. Tapi tentu saja dengan situasi yang berbeda. Dan tetap saja panik.

Malam ini untuk menenangkan diri, kutuliskan saja semua perasaanku melalui tulisanku ini. Sekaligus aku mencoba rileks dengan membaca tabloid demi tabloid. Aku tahu, aku harus segera beristirahat untuk menghadapi hari esok yang membutuhkan banyak tenaga. Paling tidak aku tidak terlalu stress dan melepaskan beban sedikit demi sedikit.

Doakan supaya semuanya besok berjalan dengan lancar ya bun 🙂

Advertisements

One thought on “Jelang Kelahiran si Buah Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s