Anmum, Let’s Celebrate The Extraordinary

Kayaknya udah hampir 3 bulan saya gak update blog pregnancy saya ini, karena kesibukan saya ini, maafkan, karena kesibukan saya yang bertubi-tubi nih.

Misalnya kalau ditanya, saya lagi sibuk apa sih sekarang? Well, dalam 6 bulan terakhir ini saya lagi disibukkan dengan program kehamilan saya yang ketiga. Agak lumayan sibuk untuk wara-wiri ke dokter kandungan.

Jadi untuk bisa hamil saya harus memperbaiki pola makan dan tidur yang teratur. Kembali lagi ke jaman-jaman saya waktu program anak pertama deh 🙂 Tapi saya sangat bersyukur, PR dari dokter obgyn saya 6 bulan lalu berhasil saya jalankan. Waktu itu dokter saya menyarankan bahwa saya harus mengurangi berat badan, setidaknya 5 kg lagi dari BB saya waktu itu. Setelah hamil BB saya waktu itu adalah 73 kg. Dan waktu saya control BB saya baru 68 kg, PR saya 5 kg. Dan sekarang saya berhasil menurunkan BB saya menjadi 63 kg, alhamdulillah 🙂

Kalau ditanya, mau hamil kok ngurusin BB? Iya moms. Karena salah satu faktor keberhasilan hamil adalah dengan mengatur BB yang normal. Malahan saya harus diet lagi menjadi 56 kg (sebenarnya), harus kembali lagi waktu jaman gadis. Tapi saya bilang sama dokter saya, ini sulit sekali dok. Paling tidak saya bisa menurunkan BB sama seperti saya program anak pertama. Oke baiklah kalau begitu 🙂
Oke, BB sudah berhasil turun, so what’s next? PR saya adalah mengatur pola makan, terutama harus makan makanan yang mengandung asam folat dan protein. Dan gak boleh kecapean. Wah sepertinya saya butuh asupan ilmu tentang parenting lagi. Karena jujur aja sudah agak-agak lupa soal ini.  Makanya saya lagi semangat lagi datang ke acara-acara parenting. Guna untuk merecharge ilmu parenting yang pernah saya pelajari 3 tahun lalu sebelum hamil Narend.

Salah satunya saya datang ke acara talkshow and gathering yang diadakan oleh Anmum Indonesia ini. Saya agak ragu waktu mau hadir, karena kan jujur aja saya gak dalam kondisi lagi hamil ataupun menyusui, tapi saya sedang program, lalu waktu saya tanyakan ke pihak penyelenggaranya, gak apa-apa, malah justru lebih baik sekalian merefresh pengetahuan tentang kehamilan dan menyusui. Oh oke baiklah kalau begitu 🙂

Acaranya berlangsung di Hotel Raffless Jakarta dari jam 1 siang sampai jam 4 sore.

Tema talkshow kali ini adalah sekaligus bertepatan dengan Breastfeeding Week, yaitu tentang sistem pendukung ibu yang harus lebih proaktif dalam mendukung kehamilan dan menyusui. Karena Anmum yakin hanya dengan pengetahuan dan perhatian yang tepat sejak masa kehamilan sampai menyusui akan menghasilkan orangtua yang lebih baik untuk anak-anaknya serta menjadikan generasi yang cerdas.

Sesi pertama dibuka dengan mendengarkan kata sambutan dari Rohini Behl, Marketing Director FBI Corporate and Brand Positioning. Rohini menjelaskan bahwa menjadi ibu adalah salah satu transisi luar biasa dalam kehidupan seorang wanita. Anmum berkomitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan para ibu di Indonesia, dan Anmum sangat menyadari bahwa menjadi ibu benar-benar merupakan perjalanan yang luar biasa. Oleh karena itu penting bagi para ibu untuk mendapat dukungan penuh dari anggota keluarga dan teman selama perjalanan kehamilannya.

Tantangan yang dialami oleh ibu hamil dan minggu pertama di awal pasca melahirkan adalah tidak didukung oleh pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang kesehatan dan nutrisi ubu hamil dan menyusui dari sistem pendukung sosialnya. Untuk itu melalui kampanye Anmum #CelebrateTheExtraordinary, Anmum ingin merayakan momen kehamilan dan menyusui  menjadi challenge moment for all mothers. Anmum merasa penting untuk merayakan dengan bertepatan dengan Breasfeeding Week (Pekan Asi Sedunia). Breasfeeding Week diselenggarakan setiap tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya. Breastfeeding Week dimulai sejak tahun 1991. Anmum ingin memberdayakan dan menginspirasi para ibu dan keluarganya dengan pengetahuan dan perhatian yang tepat.

Lalu yang kedua adalah masuk ke dalam materi yang dibawakan oleh Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K), Chairman of PERINASIA and Advisory Board Member of Obstetrics and Gynecology Indonesia, DKI Jakarta.

Materi Dr. Ali adalah tentang pentingnya dukungan lingkungan, Nutrisi Ibu sepanjang kehamilan dan menyusui.

Dr. Ali menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bayi dan dimulai sejak perencanaan kehamilan. Kurangnya nutrisi akan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Untuk itu, untuk melahirkan bayi yang sehat, harus dimulai dengan calon ibu yang sehat. 1000 hari pertama merupakan fondasi penting bagi masa depan anak.

Kurangnya penyesuaian psikososial dan emosional selama fase penting kehidupan tersebut berpotensi menimbulkan resiko bagi kesehatan ibu dan kurangnya peluang bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu faktor resiko penting yang mempengaruhi kesehatan ibu selama dan setelah kehamilan adalah kurangnya dukungan sosial.

Setelah melahirkan, dianjurkan untuk menyusui. Menyusui tidak saja menjadikan bayi kita sehat, tapi lebih banyak resiko yang bisa dicegah dengan menyusui. Salah satu resiko yang bisa dicegah adalah bahaya kanker payudara.

Walaupun susu formula banyak di pasaran, tapi ASI tetaplah yang terbaik. Banyak manfaat yang kita dapatkan dari susu formula, tapi ASI tetap lebih sempurna. Inilah perbandingan kandungan yang terdapat pada ASI vs Sufor.

Sayangnya ada beberapa hambatan yang dialami oleh ibu menyusui. Ada beberapa case yang sering kita temui di lapangan, seperti :

“”Bayi saya terlahir premature, jadi saya tidak bisa menyusui”
“Bayi saya lebih menyukai minum susu menggunakan botol ketimbang puting saya”
“ASI saya tidak cukup untuk bayi saya”
“Payudara saya terlalu kecil untuk menyusui”
“Payudara saya terlalu besar untuk menyusui”
“Bayi saya menolak untuk dikasih puting / disusui”

Sebenarnya hambatan-hambatan diatas itu dalam menyusui bisa kita lewati kok. Dan bukti nyatanya adalah dua orang yang hadir disini sebagai bintang tamu, yaitu Cynthia Lamusu dan Maria. Nanti saya jelaskan ya di bawah sharing dari mereka.

Moms, ada 10 langkah yang bisa kita lakukan menuju keberhasilan menyusui(khusus untuk para pelayanan kesehatan) :

  1. Sarana pelayanan kesehatan memiliki kebijakan tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI.
  2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya
  3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan menyusui. Memberikan konseling bila ibu penderita infeksi HIV positif
  4. Melakukan kontak dan menyusui dini saat bayi baru lahir (30 menit – 1 jam setelah lahir)
  5. Membantu ibu melakukan tehnik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara)
  6. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman pralaktal sejak bayi lahir
  7. Melaksanakan room in antara ibu dan si bayi
  8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi
  9. Tidak memberikan empeng atau dot
  10. Menindaklanjuti ibu-ibu setelah pulang dari sarana kesehatan

Saya jadi flash back dan mengingat kembali waktu saya setelah melahirkan dan menyusui 3 tahun lalu. Alhamdulillah saya memilih rumah sakit yang PRO ASI dan PRO IMD. Jadi sesaat saya setelah melahirkan, saya sukses melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) selama kurang lebih 60 menit. Selain itu juga saya alhamdulillah bisa room in dengan anak saya. Alhamdulillah juga para petugas kesehatan juga sangat membantu saya dalam memberikan ASI. Mulai dari penyuluhan soal pumping ASI, peletakan puting saya pada mulut bayi, ada pelatihan memijat payudara (H+1 setelah lahiran), dan sebagainya.

Jadi ada 8 faktor yang menjadi pendukung keputusan menyusui, yaitu :

  1. Kesehatan,
  2. Umur, paritas dan pendidikan
  3. Ras dan etnik
  4. Informasi dan petugas kesehatan
  5. Iklan di Media
  6. Dukungan pasangan dan teman
  7. Status sosial ekonomi
  8. Riwayat keluarga

Ini adalah bagan siklus 1000 hari kehidupan yang bisa kita perhatikan

Oya, Dr. Ali sempat bilang bahwa saat ibu cuti hamil dari perusahaan sebenarnya adalah itu hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Semoga aja ya para perusahaan bisa memberikan hak kepada para ibu menyusui sesuai dengan undang-undangan pemerintah yang berlaku ya.

Lalu speakers yang selanjutnya adalah mba Andriani Ganeswari, (yang biasanya dipanggil mba Anes), selaku Corporate Communications Manager, FBI.

Ini adalah gambaran perkembangan ibu mulai dari awal kehamilan sampai melahirkan.

Ibu hamil ini sangat special, karena tubuh ibu hamil bekerja lebih keras pada saat istrahat. Jantung berdetak 20 kali lebih cepat setiap menitnya.

Setiap ibu juga membutuhkan dukungan yang konsisten dan dapat diandalkan, baik dari aspek nutrisi maupun sosial, untuk melalui perjalanan kehamilan mulai minggu pertama sampai saat menyusui.

Ada beberapa perubahan fisik yang akan dialami oleh ibu yang sedang hamil seperti morning sickness, mual. Lalu emosi tidak stabil, seperti timbul rasa cemas, stress, depresi, baby blues pada saat postpartum.

Ada beberapa fakta yang bisa kita lihat dan bandingkan antara ibu baru dan ibu yang sudah berpengalaman.

Fakta 1 : Suami dan ibu berperan besar dalam mendukung wanita menghadapi tantangan selama masa kehamilan dan menyusui

Ibu baru : Dukungan dari ibu mereka sangat diperlukan karena sang ibu dapat menjadi penasehat yang dipercaya dan diandalkan

Ibu berpengalaman : Suami lebih diandalkan dalam mengasuh anak, sementara sang ibu berjuang menghadapi tantangan saat masa kehamilan dan menyusui.

Fakta 2 : Wanita hamil dan menyusui tidak dapat mengungkapkan harapan atas dukungan yang diperlukan dari lingkungan mereka. Sayangnya orang-orang di sekitar mereka memiliki pengetahuan yang terbatas.

Ibu Baru : Ibu baru lebih emosional saat menghadapi pengalaman tidak terduga. Lalu mengharapkan suami lebih proaktif dan perhatian.

Ibu pengalaman : Lebih santai menghadapi pengalaman baru. Mengharapkan suami untuk berbagi peran.

Fakta 3 : Dukungan orang-orang sekitar mempengaruhi dalam pola pengasuhan anak

Ibu baru : ibu atau mertua menjadi referensi utama dalam memberikan nasehat pengasuhan anak.

Ibu pengalaman : Diskusi dan kerjasama dengan suami menjadi referensi utama dalam pengasuhan anak.

Fakta 4 : Kesehatan adalah prioritas selama masa kehamilan dan menyusui.

Infografis Anmum-page-001

Ibu baru : Disiplin dalam memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi

Ibu pengalaman : Cenderung kurang memperhatikan kebutuhan nutrisi biasanya lebih fokus pada bentuk tubuh dan penampilan.

Menurut para moms semua lebih benar yang mana? Yang pasti sih, kalau yang sering saya temukan di lapangan, memang ada beberapa ibu yang baru melahirkan, setelah 6 bulan selalu memikirkan, kapan badan saya bisa balik lagi ke jaman sebelum hamil? Saya sendiri pun merasakan selama 2 tahun saya sangat full attention untuk memberikan full ASI kepada Narend. Saya tidak pernah memikirkan tubuh saya seperti apa nantinya, dan bagaimana. Nanti setelah 2 tahun saya baru program diet lagi. Alhamdulillah pertambahan berat badan saya bisa menyusut kembali setelah 2 tahun. Jadi memang benar menurut teori, konsen dulu aja terhadap perkembangan nutrisi anak kita selama 2 tahun, nah setelah 2 tahun baru deh, bisa memikirkan hal lain.

Mba Anes menyampaikan event Anmum kali ini sengaja diselenggarakan dalam rangka merayakan Breastfeeding Week dan sekaligus supporting kepada semua ibu-ibu yang sedang hamil dan juga menyusui.

Extraordinary Stories (Cynthia Lamusu)

Lain lagi cerita dari Cynthia Lamusu. Everybody knows that after a long pation in 8 years, now Cynthia has twins baby. Its like a miracle. Dan memiliki anak kembar banyak tantangannya.

Untuk anak yang pertama (Bima), sampai sekarang tidak pernah merasakan breastfeeding (langsung dari putingnya). Itu dikarenakan waktu habis lahiran berat badannya menurun. Berbeda dengan Tatjana yang bisa menyusu langsung dari putingnya.

Waktu itu Cynthia di awal melahirkan Bima, Bima pada waktu itu berat badannya kurang dari standard. Karena Ctynhia mengejar untuk menaikkan berat badannya, akhirnya ia sempat memberikan susu formula pada Bima. Waktu itu Bima sempat di NICU selama 1,5 bulan. Keadaan seperti itu membuatnya untuk memberikan ASI pada Bima melalui ASIP (perahan). Akibatnya karena Bima tidak merasakan puting, sampai sekarang ia jadi ia lupa puting ibunya. Tapi situasi seperti ini tidak membuat Cynthia patah semangat. Ia bilang, semua ini proses yang harus ia jalani. Kalau mengingat-ingat lagi peristiwa ini membuatnya sedih.

Cynthia ingin suatu saat nanti jika Bima sudah cukup waktunya, ia akan memberi tahukan keadaannya dan bilang bahwa kasih sayangnya tidak ada bedanya dengan saudaramu, Tatjana. Mama juga sayang padamu. Ahh so suiit. Saat mendengar Cynthia bilang seperti itu, kok rasanya saya jadi ikutan sedih 🙂

Surya menambahkan, bahwa menjaga mood ibu hamil dan menyusui sangat penting untuk menghadapi segala tantangan. Salah satunya adalah ia support Cynthia waktu awal-awal pasca melahirkan, ia membantu untuk memijit punggungnya supaya Cynthia merasa relax dan ASI yang dihasilkan juga lebih banyak.

Extraordinary Stories (Maria Leonnyta Sastra Wijaya)

Selanjutnya adalah masuk ke sesi sharing dari para Extraordinary Stories. Pertama dibawakan oleh Maria.

Maria ini adalah salah satu dari para pejuang ASI diluar sana. Maria tidak pernah patah semangat untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Dalam sesi sharing ini Maria menampilkan berapa stock ASI yang berhasil ia kumpulkan. Tujuannya ia menampilkan gambar itu, bukan untuk pamer-pamer foto, tapi menjadi pengingat, ohh dulu saya bisa seperti itu. Berarti moms yang lain juga bisa, seperti itu.

Maria juga awalnya tidak menyangka bahwa ia bisa menghasilkan stock ASI yang banyak seperti itu. Dan Maria juga bukan orang yang memiliki ASI yang berlimpah. Dulu malah pernah pumping cuma 30 menit, hasilnya cuma beberapa ml saja. Sedih? Pasti. Ia alami selama beberapa bulan. Tapi ia terus semangat. Ia pumping sehari bisa 12x. Berkat konsistensinya itulah akhirnya stock ASI nya cukup banget untuk anaknya itu.

Maria percaya bahwa prinsip menyusui itu adalah supply and demand. Saat demand ada, akan dengan sendirinya bisa mensupply. Dengan kata lain, jika payudara kita sering kosong, dengan sendirinya akan direfill (disupply) kembali. Jadi ASI kita akan diproduksi terus. Jadi sering-sering aja pumping. Harus sabar dan tetap konsistensi.

Selanjutnya adalah sharing dari mba Ines Yumahana, Senior Nutrition Manager FBI. Mba Ines membahas tentang nutrisi dan makanan sehat setelah melahirkan.

Pembentukan organ-organ tubuh di awal kehamilan yang tidak didukung zat gizi yang tepat dapat menyebabkan cacat seperti cacat pada tabung otak syaraf dan otak (NTD – Neural Tube Defect). NTD terjadi ketika tabung syaraf gagal menutup pada awal perkembangan embrio, menyebabkan kerusakan pada jaringan syaraf yang terpapar. Cacat lahir ini dapat menyebabkan kematian tergantung, dimana lokasinya terjadinya dan keparahan.

Perkembangan tabung syaraf dimulai di usia 4 minggu pertama. Tabung syaraf “neural tube” adalah nama lain yang nantinya akan membentuk otak dan syaraf tulang belakang. Dan pada hari ke-28 setelah konsepsi, tabung syaraf ini sudah menutup.

Pentingnya DHA diantaranya untuk sel otak dan retina mata. Jika kurang asupan, mereka dalam perkembangannya akan mengambil nutrisi dari tubuh ibu, utamanya kalsium dari tulang ibu. Jika kalsium kurang dan dalam perkembangan janin atau saat menyusui diambil dari tulang ibu tentu tidak baik. Resikonya tulang ibu bisa jadi keropos. So, pastikan asupan kalsium saat hamil tercukupi.

Kalau moms khawatir, moms bisa menambah asupan kalsiumnya dengan mengkonsumsi susu yang diperuntukkan untuk ibu hamil dan menyusui. Salah satunya adalah susu Anmum Materna.

Anmum Materna menyediakan nutrisi makro dan mikro dengan Gangliosida (GA) dan DHA. Selain itu, rasa baru Anmum Materna Chocolate dengan rasa yang lebih disukai. Menurut survey, 8 dari 10 wanita hamil lebih menyukai rasa baru Anmum Materna Chocolate dibandingkan produk susu hamil lainnya. Oleh karena itu para moms yang hadir disini, diminta 8 orang naik keatas panggung untuk mencoba langsung produk susu ini.

Anmum Materna sudah teruji secara klinis yaitu :

  1. Bisa diterima dan efektif meningkatkan status folat pada jumlah yang memiliki resiko sangat rendah untuk terjadinya cacat tabung syaraf (Neural Tube Deffect)
  2. Asupan Anmum Materna tidak menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Jadi minum susu ini gak bikin kita gemuk ya moms 🙂

Beberapa nutrisi yang terkandung dari Anmum Materna : Gangliosida, DHA, tinggi asam folat dan memgandung vitamin B12, serat pangan, vitamin B6, zat besi dan kalsium.

Nah, mba Ines berbagi tips strategi makan sehat setelah melahirkan nih :

  1. Asupan zat gizi yang baik sama pentingnya ketika hamil
  2. Yang sering ada di pikiran ibu baru adalah, menurunkan berat badan secepatnya
  3. Padahal bukan saat yang tepat untuk diet dengan sedikit makanan, karena tubuh memerlukan asupan energi yang cukup untuk memproduksi ASI dan untuk kegiatan ibu.
  4. Makan secara teratur dengan pola makan yang sehat dan seimbang, berat badan akan turun secara alami.

Asupan ibu selama menyusui bisa mempengaruhi komposisi beberapa zat gizi pada ASI, seperti konsentrasi DHA, vitamin A, dan komposisi mineral pada ASI pada umumnya tidak berhubungan dengan asupan gizi si ibu. Zat gizi juga mendukung perkembangan otak si kecil hingga 2 tahun pertama bahkan sejak trimester 3 kehamilan. DHA banyak terdapat banyak di otak dan retina.

Di akhir sesi talkshow, ada minum bersama susu Anmum Lacta yang rasa coklat.


Setelah itu acara ditutup dengan foto bersama.

Finally saya seneng banget bisa hadir ke acara ini, karena seperti merecharge ilmu saya lagi tentang Parenting, seputar ilmu menyusui dan kehamilan. Ternyata diluar sana masih banyak challenge dan cerita dari para ibu hamil dan menyusui. Semua ada cerita dan tantangan sendiri ya.

Saya ingin berpesan untuk semua para moms yang sedang hamil dan menyusui. Kalau mengalami hal yang serupa, dan punya challenge juga dalam menghadapinya, you’re not alone moms. Percayalah diluar sana banyak moms yang mengalami hal yang serupa, atau bahkan lebih buruk dari keadaan kita. Kalau kita mau berjuang pasti ada jalannya kok.

Saya sekarang semakin mantap untuk mempersiapkan kehamilan saya ini. Kan katanya mba Ines, waktu yang tepat adalah mempersiapkan kecukupan nutrisi dan pola makan 3 bulan sebelum kehamilan. Doakan saya ya moms, supaya nantinya saya bisa hamil dengan lancar dan tanpa kendala, amin 🙂

Semoga bermanfaat ya moms. Sampai bertemu lagi di artikel aku berikutnya.

 

Advertisements

10 thoughts on “Anmum, Let’s Celebrate The Extraordinary

  1. Narend mau punya adik lagi mba Olin,. 😁😁 Susu anmum memang enak kok 12th yg lalu minum Susu ini dn Rasa coklat juga,,Susu gk buat must,, gk berasa zat besinya beda Sama Susu bumil yg lain,,

  2. Seru banget celebratenya ya mba. Seneng deh ada support seperti ini. Busui seperti saya jadi tambah semangat menyusui. Semoga promil ketiganya sukses mba Oline.

  3. Bermanfaat sekali buatku, mba oline. Yg pasti buat ibu lainnya jgvyg baca tulisan ini. Smoge tulisanku jg bs dibaca lbh bnyak ibu dan pendukungnya supaya smua ibu bahagiaaa menjalani kehamilan dan menyusui

  4. aku juga ikutan terharu saat Cynthia bilang ke Bima klo dia ttp sayang meskipun gak bisa menyusui langsung. Acara kemarin luar biasa ya, memberikan inspirasi jadi semangat lagi ngASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.