Anmum, Let’s Celebrate The Extraordinary

Kayaknya udah hampir 3 bulan saya gak update blog pregnancy saya ini, karena kesibukan saya ini, maafkan, karena kesibukan saya yang bertubi-tubi nih.

Misalnya kalau ditanya, saya lagi sibuk apa sih sekarang? Well, dalam 6 bulan terakhir ini saya lagi disibukkan dengan program kehamilan saya yang ketiga. Agak lumayan sibuk untuk wara-wiri ke dokter kandungan.

Jadi untuk bisa hamil saya harus memperbaiki pola makan dan tidur yang teratur. Kembali lagi ke jaman-jaman saya waktu program anak pertama deh πŸ™‚ Tapi saya sangat bersyukur, PR dari dokter obgyn saya 6 bulan lalu berhasil saya jalankan. Waktu itu dokter saya menyarankan bahwa saya harus mengurangi berat badan, setidaknya 5 kg lagi dari BB saya waktu itu. Setelah hamil BB saya waktu itu adalah 73 kg. Dan waktu saya control BB saya baru 68 kg, PR saya 5 kg. Dan sekarang saya berhasil menurunkan BB saya menjadi 63 kg, alhamdulillah πŸ™‚ Continue reading

Advertisements

Mempersiapkan Kehamilan Ketiga di PPEJ 2017

Mejeng dulu di sini, matching kan bajunya, unyu ehh ungu πŸ™‚ – Sumber : Pribadi

 

Hari Sabtu, 8 April 2017 lalu saya, suami dan Narend datang ke acara edukasi parenting tentang persiapan kehamilan dan pasca melahirkan. Narend sudah berusia 3 tahun, namun karena sudah pernah datang ke PPEJ 2016, berarti sudah 1 tahun berlalu juga pengetahuan saya tentang kehamilan dan menyusui disini. Jadi saya perlu banget sering datang ke acara pregnancy seperti ini.

Jadi buru-buru pingin hamil, untuk foto bareng suami πŸ™‚ – Sumber: Pribadi

Continue reading

Baby Blues Prenatal

Aku gak yakin juga sama istilah ini bener apa gak. Yang pasti yang aku rasakan itu galau menuju hari kelahiran babyku.

Yesss.. GALAAU!! Cuma 1 kata doang bun. Entah apa namanya istilahnya, makanya kunamakan Baby Blues Prenatal ^^.

Jelang kelahiran perasaan ini semakin campur aduk gak karuan (coba tanyakan kepada suamiku) πŸ™‚ Ya nangis tiap hari, resah karena menahan kontraksi yang kian intens, lalu galau karena pekerjaan rumah gak kepegang semuanya, galau sama keadaan rumah (maklum…. karena aku masih tinggal di PMI alias Pondok Indah Mertua), jadinya apa-apa bawaannya ngerundel alias ngomel-ngomel aja akunya bun di rumah and bawaanya maunya mendekam aja gitu di kamar. Stresss gara-gara belum dapat asisten rumah tangga juga jelang deadline, senewen sama suara TV, suara motor gede tetangga yang bujug buneeeng kencengnyaaa… suka senewen sama suara kucing yang kalo lagi berantem, sering ‘sensitif’ sama tatapan nyinyir oranglain yang lihat aku dalam kondisi hamil seperti ini. Belum lagi dengan kondisi badan ini semakin gak menentu akibatnya terasa mual-mual gak jelas lalu muntah 😦

Continue reading

Senam Hamil di Minggu ke-38

Kata orang, senam hamil gak ada gunanya. Tapi bagiku tuh berguna banget malahan! Aku jadi ketagihan dateng ke senam hamil karena senam hamil itu berguna banget buat melemaskan otot-otot yang kaku, bersosialisasi dengan sesama bumil, trus juga pesan juga pengalaman dari si ibu bidan kadang suka itu yang terpenting, yang kadang gak kita dapatkan saat berkunjung ke dokter obgyn kita. Kita juga bisa bertanya sesuka hati kita, untuk sesuatu yang kita belum tau.

Continue reading

Control Dokter in 38 weeks

5 Februari 2014

Hari ini adalah jadwal control 2 mingguanku ke dokterku. Usia kandunganku memasuki 38 minggu.

Seperti biasa, aku booking nomor antrian pada hari Sabtu 1 Feb 2014. Sengaja coba booking dari jauh-jauh hari mengingat awal minggu februari ini suamiku dapat shift pagi. Itu artinya agak susah untuk daftar datang langsung ke RS. Alhasil kami dapat nomor antrian ke-22.

Continue reading

Control Dokter in 36 weeks

Hari ini adalah harinya aku control dokter untuk 2 mingguan. Seharusnya sih sejak tanggal 20 Januari 2014 kemarin, cuma dikarenakan hari senin itu suamiku gak bisa nganterin dan waktu hari Selasanya telat pendaftaran ke meja kasir, padahal udah begging-begging sama kasirnya loh, uuhhh…. tetep gak ada belas kasihan! Sebel bangettss! Mereka bilang, “Maaf bu, pendaftaran udah kita tunggu sampai jam 2 siang, itupun udah paling telat.” Preett…Masalahnya kasihan suamiku, dia bela-belain pulang cepet dari kantornya, dari kantor jam 12, karena macet banget (saat itu keadaan lagi sering hujan, macet dimana-mana), alhasil sampai rumah baru jam 13.30. Makan dan siap-siap gak sampai 15 menit langsung berangkat. Sampai di RS Mitra telat 1o menit tetep aja gak diterima! 😦 Β Padahal kita udah book nomor by phone dan dapet nomor 22. Huffhh memang belum rejeki aja kali ya? 😦

Itu nyeselnya sampe beberapa jam ke depan tuh! Tinggal suamiku yang bilang, “Yaudahhh .. yaudahhh.. emang gitu kali peraturan rumah sakit.

Continue reading